DASARDARMA 1. Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa 2. Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia 3. Patriot yang sopan dan ksatria 4. Patuh dan suka bermusyawarah 5. Rela menolong dan tabah 6. Rajin, terampil dan gembira 7. Hemat cermat dan bersahaja 8. Disiplin berani dan setia 9. Bertanggungjawab dan dapat dipercaya 10. Suci dalam pikiran perkataan dan perbuatan

Rabu, 21 Januari 2009

KPD Priangan

From: pramuka@yahoogroups .com

Senang juga mendengar bhw awal bulan ini KPD Priangan bisa berjalan dengan tuan rumahnya Kwarcab Kota Bandung. Peserta datang dari berbagai cabang yang lain dan semoga para lulusannya bisa berbakti di cabangnya masing-masing.

Persiapan menuju pelaksanaan KPD ini memang luar biasa, terutama dengan hambatan yang dibuat di internal Kwarda Jawa Barat. Bayangkan, semangatnya Kota Bandung buat ber-KPD langsung dihantam dengan keharusan kegiatan di tingkat wilayah. Tempat pun diarahkan harus di Kiarapayung dan akhirnya memang terlaksana di sana.

Kegiatan ini maunya jadi kegiatan Kwarda tapi Kwarda sendiri tidak jelas memberikan dukungan dananya, malah tetap mengandalkan Kota Bandung. Kwarda tentu saja ingin kegiatan ini atas nama Kwarda sebagai kredit point penting kalau ada penilaian kwarda tergiat. Tidak salah juga karena hak melaksanakan ada di Kwarda. Namun hendaknya semangat satu Kwarcab didukung penuh kecuali memang ada masalah prinsip. Sampai penutupan KPD ini yang masih tetap jadi tanda tanya adalah kenapa calon Pinsus KPD yang diusulkan yaitu Dr. Dede Mariana bisa batal jadi Pinsus. Saat dikonsultasikan langsung pada Kakwarda, Kakwardanya tidak keberatan. Tapi saat SK keluar ternyata namanya diganti dengan Pelatih lain. Tidak ada penjelasan mengapa Kak Dede tidak direstui jadi Pinsus. Hal ini menyisakan pertanyaan sebenarnya ada masalah apa antara Kakwarda Jawa Barat dengan Kak Dede ? Usulan pemberian Panca warsa untuk Kak Dede pun tahun lalu ditolak oleh Kakwarda dengan alasan yang tidak jelas.

Mudah-mudahan di tahun 2009, perilaku tidak Pramuka macam begini bisa dihilangkan. Jangan sampai perseteruan pribadi menjadi penghambat jalannya kegiatan. Kalau ada masalah, selesaikan tapi jangan diciptakan budaya jegal menjegal semacam ini. Mari berperilaku dewasa.

Tidak ada komentar: