DASARDARMA 1. Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa 2. Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia 3. Patriot yang sopan dan ksatria 4. Patuh dan suka bermusyawarah 5. Rela menolong dan tabah 6. Rajin, terampil dan gembira 7. Hemat cermat dan bersahaja 8. Disiplin berani dan setia 9. Bertanggungjawab dan dapat dipercaya 10. Suci dalam pikiran perkataan dan perbuatan

Jumat, 20 November 2009

Presiden Lantik Pengurus Kwarnas Pramuka


Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono selaku Ketua Majelis Pembimbing Nasional Gerakan Pramuka hari Jumat (20/11) pagi melantik 93 orang Pengurus Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka Masa Bakti 2008 - 2013, di halaman istana kepresidenan. Pengurus Kwarnas yang dilantik melalui SK Presiden RI Nomor 90/M Tahun 2009 tertanggal 11 Agustus 2009 ini adalah hasil Musyawarah Nasioal (Munas) yang berlangsung di Cibubur akhir tahun 2008.

Sebelum pelantikan, Azrul Azwar bersama seluruh pengurus berikrar akan menyetujui isi Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka dan akan bersungguh-sungguh melaksanakan tugas kewajiban sesuai ketentuan yang berlaku untuk mengantarkan kaum muda Indonesia ke masa yang lebih baik.

Dalam sambutannya, Presiden berpesan kepada seluruh pengurus untuk merevitalisasi Gerakan Pramuka dengan mengadakan pelatihan-pelatihan yang metodologinya sudah dikembangkan. "Saya ingin ada leadership tranining. Ada training for trainers. Berikan ijazah, bahwa dia telah siap untuk melatih lima tahun mendatang. Pada gilirannya nanti, trainers yang dilatih itu akan kembali melatih yang lain-lain, sehingga dalam waktu satu hingga dua tahun mendatang para pembina dan pembimbing sudah terdaftar dan mendapatkan sertifikasi dengan kualifikasi yang ditentukan, " paparnya.

Ditambahkan, pelatihan-pelatihan tersebut dapat dikembangkan lebih lanjut dengan meningkatkan latihan kepemimpinan, meningkatkan daya tarik generasi muda dengan mengajarkan ketrampilan melintasi rintangan alam, melatih bela diri, meningkatkan pelatihan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan serta mengajarkan teknologi dan informasi kepada para anggotanya. "Barangkali ketika kegiatan di lapangan untuk mengatasi rintangan alam, perlu dipikirkan apakah seragamnya seperti PDH sekarang ini, dimana kantongnya kurang, celananya ketat. Nanti kalau naik gunung robek celananya. Yang penting pakaian pas," jelas SBY memberikan masukan kepada para pengurusnya.

Presiden juga berharap agar Bumi Perkemahan Pramuka di Cibubur terus dijaga kebersihannya. "Pada tahun pertama dan kedua saya sebagai presiden, saya dan Ibu Negara suka berjalan di Bumi Perkemahan Cibubur. Luas, tapi agak kurang terawat. Saya waktu itu masih sering mencium bau yang tidak sedap. Masih ada sampah yang tidak pada tempatnya dan sebagainya. Tidak boleh hal seperti itu terjadi," tegas SBY.

Kepada seluruh pengurus yang terpilih, Presiden SBY juga menyampaikan bahwa pemerintah terus meningkatkan anggaran bagi Pramuka dari waktu ke waktu. "Saya berharap makin ke depan makin besar anggaran belanja kita dan tumbuh kembali perekonomian kita, maka anggaran makin tersedia dan menjadi kewajiban pemerintah. Kalau itu belum cukup mari kita pikirkan funding mechanism yang halal sehingga bisa membiayai Gerakan Pramuka," ujarnya.

Tampak hadir mendampingi Presiden SBY dalam acara pelantikan tersebut antara lain Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menneg Pemuda dan Olah Raga Andi A. Mallarangeng dan Juru Bicara Presiden Dino Patti Djalal.

Minggu, 01 November 2009

Pramuka ikut pecahkan Rekor Dunia Selam

Kwartir Nasional Gerakan Pramuka mengikutsertakan 50 orang penyelam putera dan puteri utusan Kwarda Gerakan Pramuka DKI Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Timur untuk meramaikan kegiatan Sail Bunaken di Sulawesi Utara. Perjalanan menuju ke Manado, Sulawesi Utara menggunakan KRI Tanjung Kambani.

Harapan dan cita-cita untuk memecahkan rekor dunia akhirnya terwujud juga, sebanyak 2.818 orang penyelam yang diantaranya 50 orang adalah anggota Gerakan Pramuka akhirnya berhasil meyakinkan dunia, bahwa Indonesia mampu memecahkan rekor dunia dan tercatat pada Guiness Book World of Record pada tanggal 17 Agustus 2009.

Jumat, 14 Agustus 2009

Gerakan Pramuka Tetap Penting Dimasa Depan


Jakarta: Gerakan Pramuka tetap penting dan akan semakin penting dimasa depan. Oleh karena itu, marilah dengan rasa tanggungjawab kita majukan bersama-sama. Kita lakukan berbagai upaya untuk benar-benar memajukan Gerakan Pramuka di seluruh Indonesia. Demikian ditegaskan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam amanatnya sabagai Pembina Upacara, pada upacara Peringatan Hari Pramuka ke-48 Tahun 2009 di Lapangan Gajah Mada, Kompleks Taman Rekreasi Wiladatika, Cibubur, Jakarta Timur, Jumat (14/8) sore.

"Saya ingin semua pihak ikut memberikan kontribusinya. Saya instruksikan kepada seluruh jajaran pemerintah untuk terus membantu dan memfasilitasi kegiatan Gerakan Pramuka di seluruh Indonesia. Bantu dengan segala sumber daya yang dimiliki, bukan hanya anggaran tetapi bantuan-bantuan yang lain sehingga kegiatan Gerakan Pramuka di seluruh tanah air terus berkembang di masa depan," seru SBY.

Presiden SBY mendukung tema yang diambil gerakan pramuka yaitu Tingkatkan Peran Gerakan Pramuka dalam Membangun Karakter dan Kepemimpinan Bangsa. "Karakter sangat penting, kepemimpinan juga penting. Dua-duanya penting. Mengapa? Karena bangsa yang menang, unggul dan berhasil haruslah memiliki karakter yang unggul pula. Karakter yang unggul ditentukan oleh kepribadian, mental, dan watak bangsa itu. Kalau bangsa kita tangguh, kokoh, ulet, tidak mudah menyerah, memiliki semangat yang tinggi untuk maju, maka tidak ada masalah dan tantangan yang tidak bisa kita atasi," SBY menjelaskan.

"Karakter bangsa yang unggul juga bangsa yang rukun satu sama lain, saling sayang menyayangi. Bangsa kita majemuk, oleh karena itu dengan kemajemukan itu justru kita harus lebih kompak, rukun dan lebih bersatu sebagai salah satu karakter bangsa yang unggul. Bangsa yang unggul dan berkarakter adalah terus memajukan dirinya, mencari terobosan, berinovasi, berkreasi, bekerja keras untuk mencapai cita-cita kita semua," tambahnya.

Diatas segalanya, lanjut SBY, karakter yang baik adalah bangsa yang cinta damai, bukan bangsa yang senang melakukan kekerasan, termasuk tindakan terorisme yang tidak berperikemanusiaan. "Menyelesaikan masalah secara damai dan beradab adalah akar dari peradaban. Marilah kita bangun dan saya ingin Gerakan Pramuka menjadi contoh dan tauladan. Bangun watak kalian sejak sekarang untuk menjadi putra-putri bangsa yang berkarakter unggul," terang SBY.

"Pemimpin harus memberikan tauladan, pemimpin memberi contoh dan bekerja bersama-sama dengan yang dipimpin. Pemimpin memberikan motivasi bagi semuanya. Saya ingin karakter seperti ini, sifat kepemimpinan seperti ini sejak dini ditanamankan pada seluruh anggota Gerakan Pramuka. Kalau sejak dini putra-putri kita yang mengikuti Gerakan Pramuka memiliki karakter yang unggul, dilatih memimpin yang lain, Insya Allah dengan ridho Tuhan Yang Maha Kuasa adik-adik Pramuka kelak akan menjadi pemimpin bangsa, tokoh masyarakat, putra-putri yang handal, yang akan membawa kemajuan dan kesejahteraan bagi kita semua," tegasnya.

"Jangan menyerah. Marilah kita berjuang dengan gigih. Masa depan kita indah dan cerah. Mari kita sambut bersama-sama dengan persatuan, kekompakan, kepemimpinan, dan kerja keras. Saatnya bagi kita bangsa Indonesia untuk bersatu, bangkit dan maju," kata SBY. (osa) sumber: presidensby.info

Kamis, 13 Agustus 2009

One Man One Tree

Satuan Karya Pramuka (Saka) Wanabakti yang bergerak dibidang kehutanan menggelar kegiatan bertajuk Safari Bakti Saka Wanabakti. Kegiatan yang mengambil tema "Pramuka menanam pohon bagi kehidupan dunia yang lebih baik" dengan motto Satyaku kudarmakan, Darmaku kubaktikan" ini dipusatkan di Waduk Cirata - Babakan Garut, Desa Cirata, Kec. Ciranjang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Rabu, 04 Maret 2009

“One Spirit, One Promise, One ASEAN Community”

Berbekal motto “One Spirit, One Promise, One ASEAN Community”, perkemahan kali ini memang mencoba mengusung semangat kebersamaan dari berbagai keberagaman yang ada di kawasan ASEAN. Tiap-tiap Negara mempunyai kekhasan masing-masing, baik dari segi agama, adat, budaya dan lainnya. Namu melalui perkemahan ini, perbedaan-perbedaan dan keberagaman yang ada justru dengan sengaja akan ditampilkan.

Contohnya, di ASEAN Cultural Village, perwakilan tiap Negara ASEAN membawa dan memamerkan karya-karya seni dekoratifnya, musik tradisional, dan busana khas masing-masing. Tiap-tiap Negara membawa makanan dan minuman khas, untuk dicoba membuatnya atau meraciknya oleh peserta dari Negara lain.

Keberagaman juga akan tampak di ASEAN Development Boulevard. Selain ada pameran interaktif, para peserta juga diperkenalkan dengan beragam agama dan kepercayaan yang dianut oleh warga di Negara-negara dalam kawasan ASEAN. Melalui cara itu, diharapkan dapat ditumbuhkembangkan saling pengertian dan saling memahami antar peserta.
Memang, sesuai mottoa Jambore kali ini, satu semangat dan satu janji untuk terus berpadu dan bersaudara serta saling membantu antar warga Negara-negara di kawasan ASEAN tampaknya akan terus digaungkan. Semoga melalui kegiatan sepekan ini, dapat ditumbuhkembangkan rasa persaudaraan universal yang saling menghormati sesama. saduran dari WK.

Rabu, 18 Februari 2009

Saka Bahari Kwarcab Kota Bandung

Tanggal 18 Pebruari 2009 ruangan Biro Diklat dan Kepramukaan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka mendapat kunjungan dari anggota Gerakan Pramuka Saka Bahari Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Bandung yang berjumlah + 50 orang.

Rombongan diterima langsung oleh Kak Desi Ampriani (Kepala Biro Diklatpram), beliau menjelaskan beberapa kegiatan pramuka yang akan datang baik luar dan dalam negeri. Teman-teman tidak begitu lama singgah ditempat kami karena mereka akan melanjutkan ke bagian-bagian lain.

Biro Diklatpram hanya bisa memberi oleh-oleh Draft Buku Pedoman Membina Pramuka Luar Biasa (soft copy)yang ternyata memang buku tersebut ditunggu-tunggu oleh para Pembina disana.

Terima kasih atas kunjungan dan kami hargai semangat temen-temen.

Selasa, 03 Februari 2009

Pengembaraan Desember 2008

Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan tahunan, berupa Pengembaraan Desember Tradisional (PDT) tahun 2008. Kegiatan yang dilaksanakan Dewan Kerja Cabang Gerakan Pramuka Kota Yogyakarta ini merupakan penyelenggaraan ke 37 dengan mengambil rute Pangeran Mangkubumi. Start dari Plasa Monumen Jogja Kembali (Manjali) - Mlati -Turi Pakem - Cangkringan - Kalasan - Berbah - Banguntapan dan finish di Balaikota Yogyakarta.

Kegiatan ini berlangsung tanggal 26 - 29 Desember 2008 menempuh jarak + 90 km. Kegiatan dibuka oleh Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Yogyakarta, KGPAA. Pakualam VIII dan ditutup oleh Wakil Wali kota Yogyakarta.

Kegiatan yang dilaksanakan antara lain: pengembaraan, asah terampil, lomba baris berbaris Pramuka, photografi, kesenian rakyat, jurnalistik, lomba inovasi bina satuan penggalang, bakti sosial, dan pengajian bagi masyarakat sekitar base camp.

Kegiatan yang dilaksanakan selama 4 hari telah berhasil menempatkan sangga berprestasi terbaik diperoleh gugusdepan yang berpangkalan di MAN Yogyakarta I baik putra maupun putri dan berhak atas trophy bergilir dari Ka Kwarnas Gerakan Pramuka dan Menteri Pemuda dan Olahraga RI. Sumber. Warta Kwarnas.

Kamis, 29 Januari 2009

INTERNET BUDDY GUIDE

UK Scouts are helping their country's so-called "digitally excluded" learn about computers and how to get online.
They have been trialling an Internet Buddy Guide designed to help anyone teach a technophobe how to use the Internet. by.http://www.scout.org

Rabu, 21 Januari 2009

KPD Priangan

From: pramuka@yahoogroups .com

Senang juga mendengar bhw awal bulan ini KPD Priangan bisa berjalan dengan tuan rumahnya Kwarcab Kota Bandung. Peserta datang dari berbagai cabang yang lain dan semoga para lulusannya bisa berbakti di cabangnya masing-masing.

Persiapan menuju pelaksanaan KPD ini memang luar biasa, terutama dengan hambatan yang dibuat di internal Kwarda Jawa Barat. Bayangkan, semangatnya Kota Bandung buat ber-KPD langsung dihantam dengan keharusan kegiatan di tingkat wilayah. Tempat pun diarahkan harus di Kiarapayung dan akhirnya memang terlaksana di sana.

Kegiatan ini maunya jadi kegiatan Kwarda tapi Kwarda sendiri tidak jelas memberikan dukungan dananya, malah tetap mengandalkan Kota Bandung. Kwarda tentu saja ingin kegiatan ini atas nama Kwarda sebagai kredit point penting kalau ada penilaian kwarda tergiat. Tidak salah juga karena hak melaksanakan ada di Kwarda. Namun hendaknya semangat satu Kwarcab didukung penuh kecuali memang ada masalah prinsip. Sampai penutupan KPD ini yang masih tetap jadi tanda tanya adalah kenapa calon Pinsus KPD yang diusulkan yaitu Dr. Dede Mariana bisa batal jadi Pinsus. Saat dikonsultasikan langsung pada Kakwarda, Kakwardanya tidak keberatan. Tapi saat SK keluar ternyata namanya diganti dengan Pelatih lain. Tidak ada penjelasan mengapa Kak Dede tidak direstui jadi Pinsus. Hal ini menyisakan pertanyaan sebenarnya ada masalah apa antara Kakwarda Jawa Barat dengan Kak Dede ? Usulan pemberian Panca warsa untuk Kak Dede pun tahun lalu ditolak oleh Kakwarda dengan alasan yang tidak jelas.

Mudah-mudahan di tahun 2009, perilaku tidak Pramuka macam begini bisa dihilangkan. Jangan sampai perseteruan pribadi menjadi penghambat jalannya kegiatan. Kalau ada masalah, selesaikan tapi jangan diciptakan budaya jegal menjegal semacam ini. Mari berperilaku dewasa.